Senin, 10 November 2014

Perencanaan Karangan

III. Soal Uraian (Review)
Topik  : Menentukan Jadwal Shalat dan Arah Kiblat dengan Pesan Singkat.
Tujuan : Sebuah sistem dirancang untuk mempermudah user mengakses sebuah informasi.

Tesis    : Inovasi sistem baru dalam kegiatan beribadah yang mempunyai nilai yang baik.
Kerangka karangan :
1.     Pengertian sistem penjadwalan shalat dan arah kiblat
     1.1  Sejarah perkembangan sistem pesan singkat
     1.2  Klsifikasi sistem pesan singkat
     1.2.1       SMS
     1.2.2       Email
     1.2.3       MMS
2. Contoh barang elektronik yang mempunyai pesan singkat
     2.1  Handphone
     2.2  Tablet
     2.3  Laptop
3.     Cara penggunaan pesan singkat
     3.1  Ditulis
     3.2  Diketik
4.     Cara mengatasi gangguan pesan singkat
     4.1  Memilih provider yang memiliki jaringan yang baik
     4.2  Memilih barang elekteonik yang menyuport pesan singkat.

Latar Belakang :
      Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah banyak dilakukan penerapan teknologi informasi di berbagai bidang. 
      Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat cepat, berpengaruh pada pola kehidupan di masyarakat.
      Saat ini hampir semua aspek kehidupan masyarakat telah memanfaatkan teknologi.
Sebuah sistem dirancang untuk mempermudah user mengakses sebuah informasi dan mengetahui penjadwalan waktu shalat dan arah kiblat.
      Pada penulisan ini penulis ingin merancang sebuah sistem penjadwalan waktu shalat dan penentu arah kiblat, untuk mempermudah seseorang yang dalam perjalanan atau di suatu tempat yang terpencil dan ingin melakukan ibadah shalat.
      Disamping itu user tidak mengetahui arah kiblat dan jadwal shalat, maka peran operator seluler itu sangat penting untuk mengirimkan jadwal dan arah kiblat melalui GPS dan pesan singkat kepada user.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara membangun sebuah sistem penjadwalan shalat dan arah kiblat?
2. Bagaimana operator sistem menemukan titik koordinat dari user yang membutuhkan arah kiblat tersebut?

Tujuan :

1. Mempermudah user untuk mengakses informasi
2. Mempermudah user untuk mendapatkan informasi.

Batasan Masalah ;

1. Untuk membangun atau menjalankan sistem ini diperlukan beberapa langkah dalam mensetting sebuah           (Global Positioning System) supaya tepat untuk menentukan titik koordinat tersebut dan harus didukung         pula dengan jaringan (network) yang stabil.
2. Untuk menemukan titik koordinat tersebut dibutuh sebuah GPS (Global Positioning System) dan operator     seluler.

      Saya mendapatkan data penulisan dengan melakukan wawancara atau interview dengan cara mengumpulkan semua informasi dan data dari sejumlah pertanyaan langsung kepada seseorang yang memahami masalah tersebut.
      Saya mengendalikan variabel topik tersebut dengan cara menggabungkan topik yang terdiri dari 2 variable yang baik, memiliki pembahasan yang baik dan sesuai fakta, dan menghubungkan sebuah topik dan pembahasan dengan menggunakan bahasa yang baik dan formal.
      Saya mengorganisassikan karangan dengan menggabungkan topik dan bahasan ke dalam satu-kesatuan dengan menggunakan konsep dan kata yang baik.
Saya mengembangkan penalaran karangan sampai dengan simpulan melalui penalaran secara induktif, yaitu diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri dengan kesimpulan.

Bagian II
 1.     Bacaan di atas berupa laporan : b. Kuantitatif.
 2.     Laporan tersebut disusun secara : a. Induktif.
 3.     Laporan di atas berisi : c. Perencanaan.
 4.     Bahasa laporan itu : a. efektif
 5.     Pendekatan pembahasan : b. ilmiah

Bagian I.
1.     Ragam bacaan di atas : d. Berita.
2.     Topik bacaan di atas : a. Penyimpangan sampel.
3.     Kalimat kedua menyatakan : a. Perbedaan sampel besar dan sampel kecil.
4.     Kata sampel sebaiknya ditulis : c. Sampel
5.   Kalimat kelima “Berarti, untuk sampel-sampel kecil, kesimpulannya tak dapat dijamin.” Untuk sampel-sampel kecil merupakan : c. Subjek
6.  Topik yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut ini, kecuali : c. Cukup luas.
7.  Contoh topik yang baik bagi studi akuntansi, misalnya : b. Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja keuangan.
8.  Kalimat tesis yang baik misalnya : b. Penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akna berpengaruh secara positif terhadap pengembangan sistem kerja.
9.  Kalimat tesis yang baik memenuhi syarat berikut ini kecuali: d. Menggunakan kata konotasi.
10. Pilihlah contoh perumusan masalah karangan ilmiah yang menuntut adanya analisis : c. Adakah hubungan sistem kerja terhadap efisiensi produksi?
11. Kata yang menyatakan tujuan penelitian: c. Menyimpulkan.


Latihan dan Tugas Mandiri

1.  Hakikat perencanaan karangan adalah proses awal dalam membuat karangan sampai dengan akhir penulisan. Penulisan sebuah karangan harus memenuhi persyaratan.Persyaratan ini menyangkut isi, bahasa, dan teknik penyajian, Oleh sebab itu untuk membuat sebuah karangan perlu direncanakan dan tentunya sesuai dengan pengelompokkan karangannya, baik menurut bentuk, ragam, jenis, rumpun, ataupun macam karangannya.
2.  Mengarang merupakan proses kreatif. Pertama tahap persiapan, yaitu mungumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus penulisan, mengamati objek yang akan ditulis, dan memperkaya pengalaman kognitif untuk proses selanjutnya. Misalnya, penentuan topic yang kreatif, unik, menarik, memikat, menimbulkan dorongan pembaca untuk mengembangkan potensinya sehingga menghasilkan daya cipta bagi pembaca maupun penulisnya. Kedua tahap inkubasi (pendadaran), yaitu proses logis dengan memanfaatkan seluruh informasi yang dikumpulkan dari sebab ke akibat atau dari tesis ke antitesis sampai dengan sintesis yang merupakan pemikiran sinergis-kreatif yang juga bersifat khas sampai dengan pembahasan yang lebih luas yang merupakan solusi, pemecahan masalah, atau jalan keluar atas pemikiran yang dihadapi. Ketiga tahap iluminasi atau kejelasan yang ditandai dengan adanya inspirasi pemecahan masalah. Keempat tahap verifikasi yaitu mengevaluasi, memeriksa kembali, atau menyeleksi seluruh tahapan, dan menyusunnya kembali sesuai dengan fokus tujuan penulisan. Ini berarti setiap bahasan penulisan menghendaki adanya pemikiran dengan kesungguhan, semangat penuh, dan serius sehingga menghasilkan kreativitas yang terus mengalir (Syihabuddin, 2006:3-4).
3.     Jenis karangan ilmiah itu ada 4, yang pertama adalah makalah. Makalah itu membahas sebuah topik yang terkait dengan perkuliahan atau tema dalam suatu seminar, symposium, kongres, dan lokakarya. Kedua adalah artikel jurnal. Artikel jurnal merupakan karangan ilmiah dalam bidang ilmu tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khusus menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut. Artikel jurnal diklasifikasikan kedalam dua katagori, yaitu artikel yang bertujuan untuk membuka forum dan artikel yang berisi kajian hasil penelitian. Kemudian jenis yang ketiga adalah proposal. Proposal merupakan karangan ilmiah yang berisi rancangan kerja. Dan jenis yang terakhir atau yang keempat adalah laporan ilmiah. Laporan ilmiah adalah penyampaian informasi yang ditulis secara lengkap, jelas, sistematis, objektif, dan tepat waktu oleh seseorang kepada orang lain atau pejabat. Laporan berfungsi informatif, pertanggungjawaban, pengawasan, dan pengambilan keputusan.

4.    Tahapan (proses) penyusunan karangan adalah

            ·       Prapenulisan
a. Menyusun daftar pustaka sementara, dan menentukan topik atau judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
b.  Menyusun garis besar isi dan menyem-purnakannya menjadi kerangka karangan lengkap setelah datanya lengkap,
c.    Menetapkan landasan teoritis,
d.   Menetapkan sumber data (primer, sekunder) dan cara mengumpulkannya,
e.    Menetapkan metode pembahasan,
f.     Menyusun daftar pustaka sementara,
g.    Menjadwalkan pelaksanaanya.

            ·       Penulisan
a.      Menuliskan keseluruhan naskah secara konseptual, disertai kutipan atau data yang diperlukan;
b.     Penulisan tersebut mencakup:
                           i.          Bagian pelengkap pendahuluan (halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel),
                           ii.          Bagian naskah utama:
a)     Pendahuluan:
(i) Latar belakang menguraikan kesen-jangan antara kondisi ideal dengan fakta, alasan mengapa topik kajian perlu dibahas, studi pustaka sebagai landasan ideal dan kesenjangannya dengan kenyataan yang dihadapi, (ii) Masalah berupa pertanyaan yang timbul sebagai konsekuensi pemba-hasan pada latar belakang. (iii) Tujuan menjelaskan upaya yang hendak dicapai, (iv) Pembahasan masalah menjelaskan bagaimana menjawab masalah dan tujuan yang hendak dicapai atau ruang lingkup yang hendak dibahas, dan metode pembahasan yang digunakan.
b)     Bahasan utama:
(i)    Deskripsi teori menggambarkan teori variabel pertama dan variabel kedua,
(ii)  Metode penelitian menjelaskan jenis metode yang digunakan (misalnya: deskriptif, kualitatif, analisis fungsi x terhadap y). Penjelasan metode pengumpulan data yang digunakan (misalnya: observasi, wawancara, pengujian, angket), cara menganalisis data, dll Bahasan selanjutnya: (iii) deskripsi data yang sudah diolah, (iv) analisis data dilakukan dengan metode penelitian di atas, dan (v) hasil analisis menyajikan temuan yang diperoleh melalui analisis data.
c)     Kesimpulan dan saran:
(i)    Kesimpulan menyajikan penafsiran atas hasil analisis.
(ii)  Saran (rekomendasi) menyajikan usulan kepada seseorang, sekelom-pok orang, atau pimpinan lembaga untuk melakukan suatu perbaikan atas kekurangan yang ditemukan dalam penelitian atau pembahasan.
(iii)                    Pelengkap kesimpulan (daftar pustaka, lampiran, indeks).
Penyuntingan (Editing) : Penyuntingan naskah, penyuntingan materi, dan penyuntingan bahasa.
·       Penulisan naskah yang sudah sempurna, tanpa kesalahan.
·       Presentasi yaitu menyajikan hasil akhir penulisan makalah atau skripsi.

     5.   Syarat-syarat untuk menentukan topik yang baik bisa ditinjau dari 2 segi, yaitu topik yang baik bagi              penulis dan topik yang baik bagi pembaca. Kalau ditinjau secara umum syarat-syarat topik yang baik, yaitu    topik harus menarik perhatian penulis, topik harus diketahui oleh penulis, jangan terlalu baru, jangan terlalu    teknis, jangan terlalu kontroversial, bermanfaat, jangan terlalu luas, memiliki data dan fakta yang objektif,      dan memiliki sumber acuan yang jelas.
   
    6.    Perbedaan topik dan judul karangan adalah topik merupakan pembicaraan dalam keseluruhan karangan       yang akan dibahas. Setelah diperoleh topik yang sesuai topik tersebut dinyatakan dalam suatu judul yaitu        nama atau titel karangan.

    7.    Syarat-syarat kalimat tesis adalah:
·       Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan;
·       Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran;
·       Pembatasan dan ketepatan rumusan;
·       Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat(objek);
·       Menggunakan kata khusus dan denotatif(lugas);
·       Berupa pernyataan positif – bukan kalimat tanya, bukan kalimat seru, dan bukan kalimat negatif.
·       Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan; dan
·       Dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya.
      
      8.     Melengkapi kalimat tesis :
1)     Topik      : Kreativitas baru produksi pangan dari singkong.
Tujuan     : Membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam berbagai jenis pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
Tesis       : Terobosan bahan baku pangan dari singkong dapat memperbaiki sistem ekspor negara kita dan memiliki daya jual yang hebat.
2)    Tesis       : Efisiensi sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu                                               tangguh berdaya saing tinggi di pasar Internasional.
Topik     : Kreativitas pembuatan produk sepatu.
Tujuan    : Dapat memberikan warna baru dalam persaingan jual di pasaran.
      
       9.     Topik yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang studi saya :
      Topik              : Pembuatan sistem keuangan di perbankan.   
      Tujuan             : Untuk mempermudah nasabah dalam mengakses atau bertransaksi.
      Tesis               : Inovasi baru yang dapat memperbaiki sistem keuangan di negara kita.


      10.  Kerangka-karangan
Topik : Sistem Pembayaran Online
Tema :  Jual Beli Secara Online di Indonesia
1. Pengertian Sistem Pembayaran Online
            1.1      Sejarah Perkembangan Sistem Pembayaran Online
            1.2      Klasifikasi Sistem Pembayaran Online
                      1.2.1        Secara Debit
                      1.2.2        Secara Kredit
            2. Contoh Pembayaran Online di Indonesia
2.1      Pembayaran Listrik
2.2      Pembayaran Pajak
 3 . Mengatasi Penipuan Pembayaran Online
3.1.  Memilih Cara Pembayaran/Transaksi yang Aman
3.2.  Tips-tips Menghindari Penipuan Ketika Melakukan Pembayaran.



Rabu, 08 Oktober 2014

Latihan dan Tugas Mandiri Bahasa Indnesia 1 #


10. Buatlah paragraf analisis ekspositoris yang disusun dengan deduksi ilmiah. Panjang karangan 5 paragraf. Diskusikanlah jawaban Anda bersama teman Anda untuk menghasilkan jawaban yang sempurna.

         Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain adalah avian influenza. 
        Kasus suspect adalah kasus seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam sampai 38°C, batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau beringus serta dengan salah satu keadaan. Hal ini terjadi biasanya karena seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung. Kemudian, orang tersebut kontak dengan virus flu burung yang dalam masa penularan. Hal lainnya jika orang yang bekerja pada suatu laboratorium dan sedang memproses specimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung.
       Kasus probable adalah kasus suspect disertai salah satu keadaan bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1). Misalnya, test HI yang menggunakan antigen H5N1 dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia gagal pernapasan atau meninggal dan terbukti tidak adanya penyebab lain.
        Kasus kompermasi adalah kasus suspect atau probable didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium. Dalam hal ini, kultur virus influenza H5N1 positif PCR influenza (H5) positif. Selain itu, terjadi peningkatan titer antibody H5 sebesar empat kali. Selanjutnya, gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu; demam, sakit tenggorokan, batuk, beringus, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Dalam waktu singkat, penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia). Apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik, dapat menyebabkan kematian.
      Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut, setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker), bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik (ditanam/dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan, kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan, mengonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80 °C selama 1 menit. Dalam hal ini, telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64 °C selama 5 menit, melaksanakan kebersihan lingkungan, dan yang terakhir adalah menjaga kebersihan diri.

9. Buatlah paragraf dengan penalaran sebab-akibat, kesimpulan induktif, dan kesimpulan berupa perkiraan(ramalan).

       Pelatih sepak bola FC Bayern Munchen, Joseph Guardiola sedang mengamati pemain Real Madrid yaitu Xabi Alonso yang akhir-akhir ini tidak kerasan atau tidak betah bermain untuk klub asal Spanyol tersebut. Dikarenakan sudah berbeda visi dan misi dalam bermain sepak bola. Joseph Guardiola memang sudah lama tertarik untuk merekrut pemain berkebangsaan Spanyol tersebut untuk memperkuat lini tengah klub asuhannya. Setelah sekian lama mengamati dan tertarik kepadanya, sang pemain pun setuju untuk bekerja sama dengan pelatih tersebut. Dengan kedatangan pemain tersebut Joseph Guardiola memprediksi klub asuhannya akan meraih kesuksesan di tingkat eropa bahkan di dunia.


8.  Buatlah paragraf deduktif dengan kesimpulan inferensi (3-5 kalimat ± 100 kata). Gunakanlah pola : pendapat-analisis-dukungan/pembuktian fakta 1-dukungan/pembuktian fakta 2 - kesimpulan inferensi.

      Kasus transfer pemain di bawah umur terus terjadi dari tahun ke tahun yang dilakukan oleh klub sepak bola di daratan eropa. Terutama dari tahun 2010 ke tahun 2013 setidaknya terjadi peningkatan yang cukup tajam. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh badan induk tertinggi sepak bola di eropa yaitu UEFA. Selain itu, FIFA sebagai induk tertinggi sepak bola di dunia juga tidak menerapakan sanksi yang tegas terhadap klub-klub sepak bola yang melakukan hal tersebut. Kemudian di tahun 2014 ini muncul kembali kasus transfer pemain di bawah umur yang dilakukan klub sepak bola asal Spanyol, yaitu FC Barcelona. FC Barcelona terbukti melakukan kesalahan dengan membeli pemain asal Kroasia yang berusia 15 tahun. Jadi, supaya kasus seperti ini tidak terulangan lagi seharusnya badan tertinggi sepak bola di eropa maupun di dunia harus mewajibkan setiap klub-klub yang ada di eropa atau di dunia harus memiliki sekolah sepak bola sendiri untuk menghasilkan regenerasi pemain yang sangat baik.

7. Buatlah paragraf induktif dengan kesimpulan implikasi (3-5 paragraf ± 100 kata). Gunakan pola pemecahan masalah : pernyataan maksud-deskripsi masalah-tujuan-cara mencapai tujuan-dukungan/kekuatan-kelemahan-alternatif-kesimpulan implikasi.
     
     Bersikaplah bijaksana dan adil dalam bermain sepak bola. Apabila kita memiliki sikap seperti itu, maka kita akan terbiasa untuk melakukan perbuatan yang positif dalam bertanding. Terapkanlah sikap positif tersebut kepada rekan-rekan Anda ketika bertanding. Teruslah bersikap positif seperti itu, karena akan memberikan dampak kepribadian yang baik bagi rekan-rekan se-tim Anda dan lawan bertanding Anda pun merasa terhormat dengan Anda. Jadikanlah sikap negatif yang berada di dalam diri kita sebagai bahan evaluasi dan perbandingan yang harus dikaji kembali. Untuk menghasilkan sikap yang bijaksana dan adil dalam bermain sepak bola kita harus selalu bermain secara sunguh-sunguh dan sportif. Jadi, sikap positif itu sangat penting dalam bermain sepak bola karena dengan mempunyai sikap positif kita akan menghasilkan permainan yang sangat baik.

6.     Buatlah paragraf yang dimulai dengan proposisi berikut ini.
  • Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat mengembangkan industri mobil dalam negeri    
  • Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi.
Jawab :

         Jika tekad sudat bulat, Indonesia pasti dapat mengembangkan industri mobil dalam negeri. Untuk melakukan hal tersebut, pertama-tama yang harus diperhatikam adalah melihat sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu, apakah sudah memadai ataupun belum. Karena sumber daya manusia (SDM) memiliki peranan yang sangat penting untuk menunjang hal tersebut. Lalu, yang kedua adalah bagaimana pemerintah selaku pemegang hak kekuasaan dalam perkembangan industri mobil untuk menerapkan sistem yang baik supaya  bisa menarik investor dan perusahaan swasta untuk melakukan pemasaran mobil ke luar negeri.

         Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi. Akhlak merupakan pondasi yang harus ada di dalam diri seseorang untuk membentengi orang tersebut dari perbuatan zalim dan tercela. Apabila seseorang memiliki akhlak yang baik, maka dia akan selalu bisa membedakan mana pekerjaan yang baik atau buruk. Pada dasarnya akhlak akan selalu menunjukkan suatu perbuatan yang akan dilakukan oleh seseorang.

       5.     Buatlah paragraf induktif yang diakhiri dengan kalimat proposisi positif universal

         FC Bayern Munchen adalah salah satu klub sepak bola terbaik di dunia yang berasal dari Jerman, klub ini merupakan pemegang gelar terbanyak di kompetisi sepak bola jerman. Dengan prestasi tersebut FC Bayern Munchen dijuliki sebagai FC Hollywood. FC Bayern Munchen didirikan pada tahun 1900 oleh sebelas pemain sepak bola yang dipimpin oleh Franz John. Selain berprestasi di negaranya sendiri klub sepak bola FC Bayern Munchen juga berprestasi di kawasan eropa dan dunia. Prestasi-prestasi tersebut juga ditunjang dengan sistem pelatihan yang terstuktur dan terorganisir dengan sangat baik, seperti tempat latihan, stadion untuk bertanding, dan regenerasi pemain. Oleh karena itu, FC Bayern Munchen memiliki sebuah prinsip sebagai klub sepak bola, yaitu apabila kita bekerja keras dan bermain dengan sportif pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik.

 4. Baca paragraf berikut ini. Tentukan : (1) proposisi, (2) penalaran yang digunakan, (3) pembuktian, (4) hasil pembahasan, dan (5) jenis kesimpulan.   
     
   (1) Sebagai mobil sport yang bertenaga besar , Nisan 350Z layak mewakili produk Nisan yang dikenal sebagai pembuat mobil bertenaga besar dan tangguh. (2) Nisan 350Z menyandang mesin berkapasitas 3,5 liter, 6 silinder dalam konfigurasi V(V6), 24 katup (4 katup per silinder, continuouosly variable valve timing(CVVT)), yang menghasilkan daya maksimum 287 PK (partdekracht, tenaga kuda pada 6.200 putaran mesin per menit (rpm)) dan torsi maksimum 363 Nm (Newtcn-meter) pada 4.200 rpm. (3) Daya dan torsi sebesar itu diteruskan ke roda melalui persnelling otomatik dengan 5 tingkat yang dilengkapi dengan manual shift mode lazim disebut tiptronic. (4) Akselerasinya cukup signifikan. (5) Kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dicapainya dalam waktu 6 detik.
    (7) Greg Wilson (ahli otomotif) menguji coba Nisan 350Z, (majalah Otomotif Online Conadiandriver), menyebabkan penilaiannya bahwa pada saat mendekati 5.000-6.000 rpm suara raungan mesin menerobos kabin. (8) Suara raungan itu tidak mengganggu, bahkan menimbulkan kesan macho. (9) Suara raungan itu justru memberikan perasaan akan besarnya kekuatan mesin berkapasitas 3,5 liter itu. (10) Mobil seharga Rp885 juta itu seakan menawarkan kenyamanan, kemewahan, dan keperkasaan. (Kompas, 24 juli 2003).  


Proposisis                          :  Proposisi Empirik
Penalaran yang digunakan  : Penalaran Deduktif
Pembuktian                       :  Kalimat no 5                     
Hasil Pembahasan             :  Kalimat no 7
Jenis Kesimpulan               :  Kesimpulan Implikasi


Buatkan contoh-contoh paragraf dengan topik sesuai dengan bidang studi, keahlian, atau profesi Anda.

      Sebagai laptop keluaran terbaru dan modern , Acer Liquid V5 sangat layak untuk meewakili produk Acer yang dikenal sebagai pembuat jenis laptop dengan kualitas terbaik. Acer liquid V5 prosesornya adalah core i5, dengan kecepatan 2,6 Ghz. Selain itu, Acer Liquid V5 juga memiliki RAM sebesar 4GB sedangkan VGA dan hardisknya masing-masing sebesar 2GB dan 750GB. Acer Liquid V5 ditunjang dengan sistem operasi yang sangat modern dibandingkan dengan jenis laptop lainnya, yaitu Windows 8. Selain itu, kelebihan yang terdapat di dalam laptop ini adalah resolusi layarnya yang mencapai lebih dari 16 juta warna dan memiliki satu keistimewaan lagi, yaitu laptop dengan layar sentuh (Touch Screen).

       3.     Menentukan jenis proposisi
  1.  Jumlah sudut segi empat yaitu 360◦ (Proposisi Empirik)
  2. Suhu badan orang sehat yaitu 36◦ (Proposisi Empirik)
  3. Volume benda adalah sebesar cairan yang dipindahkan (Proposisi Empirik)
  4. Manusia adalah makhluk yang berakal budi (Proposisis Mutlak)
  5. Semua makhluk bernyawa akan merasakan mati (Proposisis Positif Universal)
  6. Jika volume penjualan X meningakat, laba akan meningkat (Proposisis Hipotetik)
  7. Industri mobil nasional dapat berkembang jika pemerintah mengarahkan dan mengendalikannya (Proposisi Kategoris)
  8. Sebagian orang memilih kehidupan di dunia sebagai tujuan akhir (Proposisi Positif Parsial)
  9. Sebagian orang tidak bekerja pada malam hari (Proposisi Positif Parsial)
  10. Tidak sedikitpun orang makan daging kucing (Proposisi Negatif Universal)
       2.     Unsur-unsur yang membentuk subuah penalaran, yaitu :
  • Topik                                                 
  • Dasar pemikiran
  • Proposisi
  • Proses berpikir ilmiah
  • Logika
  • Sistematika
  • Permasalahan
  • Variabel
  • Analisis (Pembahasan dan Penguraian)
  • Pembuktian (Argumentasi)
  • Hasil
  • Kesimpulan
       1.     Penalaran karangan memiliki beberapa pengertian, diantaranya :
  •  Proses berpikir secara logis, sistematis, dan terorganisasi dalam urutan yang saling berelasi sampai dengan kesimpulan.
  • Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
  • Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
  • Dalam sebuah karangan terdapat dua variabel atau lebih, selain itu penalaran juga dapat diartikan sebagai pengkajian, pembahasan, dan penganalisisan dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji  sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
  • Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.